GBI Tampak Siring – Kelapa Gading Jakarta

Blog informasi pelayanan GBI Tampak Siring (Rayon 1D) Kelapa Gading Jakarta.

KPA – Photography Contest

Posted by GBI Tampak Siring on November 9, 2012

poster copy

Posted in Uncategorized | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Perubahan Hidup yang Berkenan bagi Tuhan

Posted by GBI Tampak Siring on December 11, 2009

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.” Roma  12:2

Beberapa  orang menginginkan perubahan terjadi pada lingkungan atau orang-orang disekitarnya.  Ada yang menginginkan agar seseorang itu  berubah seperti yang dikehendakinya. Seorang suami sangat ingin isterinya berubah, seorang isteri ingin suaminya berubah, orangtua ingin anak-anaknya berubah, atau kita ingin teman/tetangga/mertua/dan orang lainnya berubah seperti yang kita inginkan. Namun dalam kenyataannya hal tersebut sangat sulit terjadi.

Kisah  seorang isteri yang memiliki suami berperilaku kasar, ingin sekalinya suaminya dapat berubah, dan ia telah berdoa untuk itu selama dua tahun. Melalui doanya kepada Tuhan,  Ia memaksa Tuhan untuk mengubah suaminya. Tetapi, isteri ini belum juga melihat ada perubahan pada suaminya. Suatu ketika ia sadar melalui firman Tuhan:

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya  jika ada diantara mereka yang  tidak taat kepada Firman, mereka  juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu” 1 Pet 3:1-2

Melalui ayat ini Petrus memberitahukan bahwa seorang isteri  harus memiliki sikap yang dapat  menuntun suaminya hidup dalam kasih Allah, yaitu dengan cara isteri harus   menghargai suaminya, tunduk kepada suami dan mengakui kepemimpinan suami sebagai kepala dalam keluarga. Ketika suami melihat perubahan pada isterinya itu, maka  tanpa perkataan isterinya, suaminya dapat dimenangkan. Dimenangkan artinya, memiliki kehidupan di dalam Firman Allah. Akhirnya, suaminyapun berubah.

Kita mungkin pernah  menjumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, ada orang yang mengatakan “Dari sananya saya sudah begini”. Saya tidak mau ada orang yang turut campur dalam hidup saya, saya tidak dapat dirubah oleh siapapun karena  saya memang sudah begini. Anggapan atau pendapat seperti ini adalah keliru. Pada kenyataannya adalah bahwa tidak ada manusia yang sempurna sehingga ia tidak perlu lagi berubah. Allah telah menciptakan manusia dari semula dengan rencanaNya yang sempurna.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita” Kej 1:26a

Allah menghendaki manusia dapat mencerminkan kasih, kemuliaan dan kekudusan-Nya, karena memiliki keserupaan dengan Allah, manusia memiliki hikmat, hati yang mengasihi dan kehendak untuk melakukan yang benar. Tetapi ketika Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa, maka keserupaan dengan Allah ini telah tercemar.

Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” Kej6:5

Dalam proses penebusan, orang percaya harus diperbaharui kepada keserupaan dengan Allah dalam tabiat, kasih dan kekudusan-Nya.

Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” Ef 4:22-24

Kita tengah memasuki bulan desember di tahun 2009, suasana Natal sedang kita alami, dan kita akan segera menyongsong tahun yang baru yaitu tahun 2010. Patut kita renungkan, di sepanjang tahun 2009, apakah hidup kita sudah berkenan bagi Allah ?

Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita dan berpaling kepada Tuhan” Rat 3:40

Milikilah tekad dan kerelaan untuk berubah  menjadi lebih baik lagi, agar hidup kita dapat berkenan bagi Allah. Orang percaya dan berjalan bersama Kristus pasti akan terus dituntun oleh Tuhan  menjadi serupa dan segambar denganNya.

Ada beberapa perubahan hidup yang perlu kita mengerti, yakni:

1. Kita perlu merubah hal-hal yang dapat dirubah, yaitu:

a). Perkataan Yang Salah

Perkataan yang sia-sia, perkataan yang tidak membangun, menyakitkan, menyudutkan, menghakimi dan lain-lain, hanya akan memperkeruh suasana dan menambahi masalah.

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” Ams 18:21

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah” Ams 15:1

Saat berhadapan dengan kemarahan, jawaban yang lemah lembut akan membuat rukun dan berdamai, sedangkan kata-kata yang keras akan  meningkatkan kemarahan, kebencian dan permusuhan.

Tentang kisah Daud, Nabal dan Abigail. Abigail oleh perkataannya dapat mencegah Daud yang hendak membunuh, karena membalaskan sikap dan perkataan Nabal suaminya yang kasar dan jahat itu.

Lalu berkatalah Daud kepada Abigail’ “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.” 1 Sam 25:32-33

Akhirnya Daud menyadari  kesalahannya yang telah merencanakan pembalasan sekejam itu.

Kita harus memiliki perkataan yang baik dan penuh kasih. Perkataan yang tidak membangkitkan amarah, tetapi  perkataan yang dapat meneduhkan dan menenangkan.

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Ef 4:29

b). Sifat Yang Buruk

Beberapa sifat buruk yang harus terus kita perangi , antara lain:

  • Sikap yang egois, mementingkan diri sendiri, ambisi yang menggunakan kekuasaan untuk kepentingan sendiri, angkuh dan sombong. “Tinggi hati mendahului kehancuran,  tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan” Ams 18:12.
  • Iri hati , yaitu benci dan cemburu akan keberhasilan orang lain. “Tetapi iri hati membusukkan tulang” Ams 14:30b.
  • Suka berselisih, bertengkar, menuduh dan menyalahkan orang lain. “Sebab jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan bahwa kamu manusia duniawi ?” 1 Kor 3:3.
  • Kedengkian, perasaan tidak suka terhadap orang lain yang memiliki sesuatu yang kita inginkan. “Ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga” 1 Tim 6:4.
  • Pemarah, cepat marah, suatu kemarahan yang meledak-ledak. “Si pemarah membangkitkan pertengkaran tetapi  orang sabar memadamkan perbantahan” Ams 15:18.
  • Mudah menyerah, mudah tersinggung, cepat putus asa, dan patah semangat, khawatir dan lain-lain. ”Kekhawatiran dalam hati membungkukkan orang” Ams 12:25a.

Kita  harus terus melawan dan mematikan tabiat yang membawa kepada dosa atau sifat yang buruk dalam diri kita. Kita harus memiliki buah-buah roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri  yang baik.

c). Cara Berpikir Yang Salah

Pikiran yang sia-sia, pikiran negatif, mudah cemas, takut, gelisah dan lain-lain. Pikiran adalah medan peperangan. Kalau kita biarkan pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang buruk, maka kita akan cenderung melakukan seperti yang telah kita pikirkan. Tawanlah setiap pikiran seperti  itu, dan taklukkan kepada Firman Allah. Allah selalu memikirkan yang baik tentang kita.

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh” Rom 8:5

Serahkanlah pikiran kita kepada Kristus supaya kita dapat memandang dan menilai segala perkara sesuai dengan cara pandang  Allah. Pikiran kita harus diselaraskan dengan cara Allah, yaitu dengan membaca dan merenungkan FirmanNya.

Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” Maz 119:11

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” Fil 4:8

Kalau pikiran kita dipenuhi dengan Firman Allah maka  hidup kita akan tenang, dan kita dapat mengalami damai sejahtera Allah.

2. Kita patut bersyukur pada hal-hal yang tidak dapat dirubah.

Hal-hal yang tidak dapat kita rubah ialah:

a). Keadaan

Kita tidak dapat merubah sebuah keadaan yang sedang terjadi. Sekalipun keadaan sedang sulit, buruk, kurang menyenangkan, tetaplah percaya pada Firman Tuhan. Tuhan takkan pernah biarkan dan tinggalkan kita. Jika kita tetap setia melakukan  Firman Allah, kita akan melihat kemenangan yang Tuhan telah sediakan bagi kita.

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” 1 Kor 2:9

b). Hati Orang Lain

Kita tidak dapat merubah hati orang lain. Hati kita dapat kita ubah tetapi hati orang lain tidak. Mengapa  demikian? Karena bukan dengan memaksa kita dapat membuat hati orang lain berubah, melainkan dengan kesaksian kehidupan kita. Contoh seperti di atas, seorang isteri yang merindukan perubahan terhadap suami, dimulai terlebih dahulu dari perubahan dirinya. Rasul Paulus telah mengatakan bahwa kita adalah surat- surat Kristus yg terbuka, yang dapat dibaca dan dikenal oleh semua orang. (2 Korintus 3:2).

Sekalipun hati  seseorang itu  jahat pada kita, tetaplah lakukan kebaikan karena Firman Tuhan menghendaki agar kita berbuat baik kepada semua orang, bahkan kepada orang yang musuhi kita.

Kalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh itupun didamaikanNya dengan dia” Ams 16:7

c). Masa Lalu

Kita tidak dapat merubah masa lalu. Mungkin masa lalu itu penuh dosa, begitu kelam, begitu pahit, telah merugikan, yang menyedihkan, menyakitkan dan mengecewakan. Yang sudah lalu itu biarlah berlalu. Kita tidak bisa lagi kembali  dan  perbaiki masa lalu itu.  Pandanglah  ke depan, dan berjalanlah bersama Tuhan, di dalam Tuhan ada pemulihan.

Rasul Paulus berbicara tentang hal ini, supaya kita melupakan semua yang kurang baik itu.

Aku melupakan apa yang telah dibelakangku, dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku” Fil 3:13b

Belajar dari masa lalu itu perlu, bahkan  kegagalan adalah guru terbaik. Hidup ini adalah sebuah proses dan belajar.  Yang perlu adalah kita harus mengarahkan diri  kepada  keselamatan yang sempurna dalam  Kristus.  Ingatlah, bahwa rancangan Tuhan selalu baik bagi kita.

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” Ams 23:18

3. Hikmat untuk berubah

Kita sangat memerlukan hikmat Tuhan untuk mengerti dan menyadari hal-hal mana yang perlu dirubah dalam kehidupan kita.  Apa  yang perlu kita perbaiki, hal-hal apa yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi, dalam hubungan dan komunikasi kita dengan suami, isteri, anak-anak, orangtua, teman kerja, tetangga kita dan lain sebagainya. Kita harus membenci  kejahatan dan melakukan yang benar dan menolak untuk melakukan aneka macam keduniawian, seperti  keserakahan , mementingkan diri, irihati, kebencian, dendam, kecemaran, kedursilaan, narkoba, minuman keras dan lain-lain. Semua ini hanya menjauhkan kita dari kasih Allah dan merugikan kita.

Bagaimana jika kita tidak dapat merubah sesuatu yang harus kita rubah? Kita perlu pertolongan dari Tuhan. Memang tiap-tiap orang itu berbeda, Allah telah memberikan karakter dan sifat yang berbeda bagi  tiap-tiap orang. Namun  sifat-sifat yang buruk, dan karakter-karakter yang buruk itu dapat dirubah, jika kita memohon kepada Allah untuk merubahnya. Hati yang keras dapat diubahkan, jika kita rela dan mau diubahkan. Kuncinya adalah miliki Firman Allah. Dengan memegang Firman Allah, kita dapat membedakan mana yang buruk dan yang baik, dan  kita dapat menguji segala sesuatu, apakah yang baik dan apakah yang berkenan bagi Allah untuk kita lakukan.

Sebab Allah berfirman; “Pada waktu aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau. Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu” 2 Kor 6:2

Haleluya! Inilah waktu perkenanan Tuhan itu. Marilah berubah untuk melakukan semua hal yang berkenan bagi Allah. Marilah kita hidup berkenan bagi Allah, maka Ia akan mendengar setiap seruan doa kita. Tuhan selalu mau menjawab doa kita, jika kita hidup dalam firmanNya. Hidup yang berkenan bagi Allah adalah  memiliki hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan” Ams 21:21

Selamat meyongsong tahun yang baru, dan meraih berkat yang baru dari Tuhan. Tuhan memberkati kita sekalian.

.Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang  mendengarkan kata-kata nubuat ini,  dan y ang menuruti  apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat” Wahyu 1:3

by Ribka R. Tarigan – courtesy of Pelita-hidup.com

Posted in Renungan | Tagged: | Leave a Comment »

2 Cara Untuk Tetap Hidup Dalam FirmanNya

Posted by GBI Tampak Siring on December 3, 2009

Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu” Amsal 7:1

Kitab Amsal mengajarkan begitu banyak hikmat bagi umat Tuhan. Jika kita mau merenungkan ayat dari kitab ini setiap hari, maka kita akan mendapatkan pelajaran yang berharga bagi kehidupan kita. Sehingga dalam tiap langkah hidup kita, walaupun berbagai masalah menghadang, kita akan tetap dapat berdiri kuat mengatasi setiap masalah. Badai sekuat apapun yang menerpa kehidupan kita tidak akan dapat menggoyahkan iman kita ketika hidup kita mengandalkan Firman Tuhan.

Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian” Ams 9:10

Ketika kita memilih untuk hidup di dalam jalan Tuhan, maka hikmat dari Tuhan akan dicurahkan bagi kita, sehingga dengan hikmatNya itu kita dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Raja Salomo, anak dari Raja Daud, begitu menggantungkan hidupnya kepada Tuhan, sehingga Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa bagi Salomo. Hidup Salomo begitu diberkati Tuhan dan menjadi raja yang sangat dikenal sampai ke segala bangsa pada jamannya. Demikian juga dengan kehidupan kita saat ini, ketika kita menggantungkan hidup kita kepada Tuhan, maka Dia akan memelihara hidup kita dan memberkati setiap langkah hidup yang kita jalani.

Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap hidup di dalam FirmanNya:

1. “Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu” Ams 7:2

Tuhan memerintahkan kita untuk berpegang kepada segala perintahNya. Ini berarti bahwa dalam pekerjaan, aktivitas, kegiatan sosial dan lain sebagainya, kita harus tetap berpegang teguh pada FirmanNya. Jangan sampai kita berkompromi dengan cara-cara dunia yang selalu menggoda kita untuk dapat meraih keinginan kita.

Tuhan mengatakan untuk menyimpan ajaranNya seperti kita menjaga biji mata kita sendiri. Kita akan melindungi mata kita sedemikian rupa apabila ada sesuatu yang mengganggu atau akan menyakiti mata kita. Seperti itulah yang Tuhan inginkan ketika kita menyimpan ajaranNya.

FirmanNya harus kita jaga sedemikian rupa agar selalu hidup dalam hati kita. Jangan biarkan hal-hal duniawi lebih mendominasi hidup kita dibandingkan dengan FirmanNya. Karena seberapa banyak hal-hal yang masuk dalam hidup kita, seperti itulah jalan kehidupan kita. Jika hal-hal duniawi lebih banyak masuk dalam pikiran/hati kita, maka kita akan bertindak dipengaruhi oleh keinginan daging. Tetapi jika lebih banyak Firman Tuhan yang masuk dalam hidup kita, maka Firman itu akan bertumbuh subur dan menjadi berbuah dalam hidup kita, sehingga setiap langkah kehidupan kita akan mencerminkan terang kasih Tuhan.

Dengan membaca Firman Tuhan setiap hari, maka kita menjaga FirmanNya tetap hidup di dalam hati kita.

2. “Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu” Ams 7:3

Tuhan juga memerintahkan untuk menambatkannya pada jari kita. Ini berarti bahwa kita harus membuat agar FirmanNya dapat lekat dalam hidup kita, dan tidak terlepas dari kehidupan kita. Jika ada sesuatu yang terikat pada jari kita maka kita akan selalu teringat akan benda tersebut. Tuhan juga mau agar kita selalu ingat bahwa ada Firman Tuhan yang selalu lekat dalam hati kita.
Untuk itu kita juga harus menuliskan segala firmanNya dalam loh hati kita, yaitu menjadikan FirmanNya sebagai rhema dalam kehidupan kita. Melakukan dan mempraktekkan Firman Tuhan dalam pekerjaan, kepada keluarga, lingkungan, teman dan lainnya, akan menjadikannya sebagai rhema dalam hidup kita. Dengan begitu kita tidak akan mudah lupa akan apa yang menjadi perintah Tuhan.

Langsung praktekkan setiap Firman Tuhan yang kita baca setiap hari, maka Firman itu akan senantiasa lekat dalam hidup kita, dan akan membawa berkat kehidupan bagi kita semuanya.

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. ” Amsal 1:7

–by Riva Sinjal,  courtesy of  PelitaHidup.com

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Memiliki Doa Yang Penuh Kuasa

Posted by GBI Tampak Siring on October 13, 2009

prayKarena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yakobus 5:16

Sebagai umat Tuhan tentunya kita senantiasa menaikkan doa kepadaNya, entah itu doa untuk kebutuhan, perlindungan, kelepasan, permohonan, ucapan syukur, syafaat dan lain sebagainya. Tetapi seringkali terjadi bahwa kita sendiri kurang yakin apakah doa yang dinaikkan itu benar-benar membawa pengaruh dalam kehidupan kita.

Bahkan ada waktu-waktu tertentu kita malah meminta orang lain yang kita anggap lebih rohani dari kita, mungkin bapa rohani kita, gembala, ataupun pendeta, untuk berdoa bagi kita. Kita menganggap bahwa kalau mereka yang berdoa, pasti lebih “ampuh” dibanding kalau kita yang menaikkan doa tersebut. Sehingga pada akhirnya, pendeta-lah yang dianggap memiliki “kesaktian” dalam berdoa.

Tuhan memang memakai sebagian orang yang khusus dipanggil olehNya untuk melayani umatNya dalam pelayanan pekerjaan Tuhan seperti di gereja. Dan otoritas daripadaNya juga turun ke atas mereka. Dan bukan suatu kesalahan jika kita meminta dukungan doa dari mereka. Tetapi dalam hal berdoa, Tuhan tidak membatasi siapa saja yang dapat menaikkan doa yang memiliki kuasa dan benar-benar membawa pengaruh bagi kehidupan kita. Bahkan orang yang baru menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya-pun juga bisa memilki doa yang mempunyai kuasa.

Kalau begitu, bagaimana dapat memiliki doa yang penuh kuasa, supaya kita tidak lagi bergantung kepada orang lain untuk berdoa bagi diri kita sendiri?

1. Mengaku Dosa

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu” Yak 5:16a

Halangan yang paling utama bagi doa kita adalah dosa. Sebanyak apapun kita berdoa, namun jika masih ada dosa yang masih diperbuat, maka kita tidak akan memiliki doa yang berkuasa.

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Yes 59:1-2

Akuilah dosa yang ada, bertobat dan datang pada Yesus. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia. Dia akan menghapuskan setiap dosa kita akui di hadapannya.

Jangan lakukan lagi dosa yang pernah diperbuat. Minta kekuatan bagi Tuhan supaya dapat hidup benar di hadapanNya.

2. Saling Mendoakan

Dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” Yak 5:16b

Ada kalanya bahwa ketika kita sendiri sedang dalam kondisi tidak sehat, tetapi Tuhan meminta kita untuk mendoakan orang sakit. Atau bahkan ketika kita sendiri sedang ada masalah, tetapi ada orang lain yang meminta untuk didoakan atas segala masalah yang mereka hadapi.

Ketika kita taat mengikuti perintah Tuhan, kita akan melihat pekerjaan Tuhan yang luar biasa. Kita akan melihat bahwa Tuhan sendiri yang akan membereskan masalah-masalah yang kita hadapi, ketika kita taat mengikuti perintahNya.

Doakanlah orang-orang yang membutuhkan dukungan doa, maka Tuhan akan memberikan apa yang kita ingini.

3. Yakin

Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yak 5:16c

Keraguan dan kebimbangan identik dengan ketidakpercayaan. Kisah Petrus yang berjalan di atas air mencerminkan hal ini. Petrus tidak seratus persen percaya bahwa dia bisa berjalan di atas air, walaupun sempat sesaat berjalan di atas air.

Keraguan muncul dalam dirinya ketika dia melihat keadaan sebenarnya yang dia hadapi. Di saat keraguan itu muncul, di saat itulah dia mulai tenggelam.

Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” Yak 1:6

Yakinlah dengan apa yang didoakan, percaya sepenuhnya bahwa doa yang dinaikkan akan membawa pengaruh kepada kehidupan kita. Jangan bimbang dan jangan ragu.

Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” ” Mar 9:23

by Riva Sinjal (courtesy of Pelita Hidup)

Posted in Renungan | Tagged: , | Leave a Comment »

Keyakinan Memperkatakan Firman Allah Membawa Berkat

Posted by GBI Tampak Siring on October 13, 2009

by : Ribka Rita Tarigan (courtesy of PelitaHidup.com)

Karena menurut ucapanmu engkau dibenarkan dan menurut ucapanmu engkau akan dihukum.” Matius 12:37word-of-mouth

Ketika kita menelusuri Alkitab dengan membacanya dari kitab Kejadian hingga Wahyu maka kita akan menemukan ada ribuan janji/ Firman Allah yang tertulis. Allah tidak hanya memberikan janji-janjiNya itu pada kita supaya kita percaya saja, tetapi supaya kita juga memperkatakan janji-janji Allah itu.  Dan melalui ucapan/perkataan, kita dapat memperoleh dua hal yaitu, dibenarkan atau dihukum.

Seseorang dapat berurusan dengan hukum bukan saja karena telah melakukan suatu tindak kejahatan, tetapi oleh karena ucapannya, perkataannya yang dianggap dapat merugikan orang lain.  Dalam dunia realitas beberapa kejadian kita melihat bahwa karena ucapannya, seseorang itu dapat berurusan dengan hukum, polisi, dan bahkan sampai ada yang masuk penjara.  Di sisi lain, apabila ucapan seseorang itu bermakna, dapat memberi inspirasi, semangat, dan motivasi, maka orang tersebut akan dihargai, dikenal baik, dan dihormati orang. Melalui ucapan seseorang, kita dapat melihat apakah ia orang beriman atau tidak. Begitu pentingnya ucapan itu.

Markus 7:27-30 menceriterakan tentang bagaimana seorang ibu, perempuan Siro-Fenesia yang percaya. Ibu ini memiliki  anak perempuan yang kerasukan roh jahat, ia datang memohon kepada Yesus supaya mengusir roh jahat itu dari anaknya. Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”. Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar Tuhan. Tetapi anjing yang dibawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak”.   Kata Yesus kepada perempuan ini: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu”.  Sekalipun perkataan Yesus sangat “pedas” kepadanya, namun ibu ini tetap beriman, percaya bahwa Yesus memiliki belas kasih, dan oleh ucapan ibu ini kepada Yesus maka Yesus membalasnya dengan menyembuhkan putrinya. Melalui ucapannya, ibu ini dibenarkan dan menerima berkat dari Yesus, yaitu ia pulang ke rumah ia dapati anaknya sedang berbaring dan setan itu sudah keluar.  Masih banyak contoh lain dalam Alkitab tentang hal ini.

Apakah yang saudara ucapkan dalam kehidupan sehari-hari? Apakah ucapan atau perkataan itu  menyatakan tentang kegagalanmu, ketidakmampuanmu, kekecewaanmu, kemarahanmu? Boleh saja kita menyatakan hal itu, namun hal itu tidak berguna dan tidak mendatangkan berkat bagi kita. Janganlah ucapkan hal-hal yang sia-sia, karena dapat menambah masalah. Kita harus memiliki ucapan yang membangun, yang sedap didengar, ucapan yang mengundang kuasa Allah terjadi. Kita harus menjaga ucapan kita, berlatihlah setiap hari untuk mengucapkan/memperkatakan  Firman Allah, sebab firman Tuhan tertulis dalam Yehezkiel 12:28 “Tidak satupun Firman-Ku akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi”.

Mengapa kita perlu memperkatakan Firman Allah itu ?

1. Sebagai bukti bahwa kita percaya pada Firman Tuhan

Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: ”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” 2 Kor 4:13

Kita tidak bisa lari dari kenyataan yang ada, yang sedang terjadi, kita harus menghadapi apapun situasi kehidupan ini, entah itu masalah pribadi, masalah dalam hubungan komunikasi, rumah tangga, masalah pekerjaan/usaha, masalah  pendidikan, masalah pelayanan dan lain-lain. Bagaimanapun beratnya masalah yang sedang kita hadapi, kita harus  tetap percaya pada Firman Allah, akan pertolonganNya, dengan memperkatakan FirmanNya.

Jika kita belum  memperoleh pertolongan Tuhan, maka kini saatnya mengubah apa yang kita perkatakan. Ucapkanlah Firman Allah dengan yakin, yang lemah berkata “Tuhan adalah kekuatan hidupku, kepadaNya hatiku percaya” (Maz 28:7). Biarlah yang takut berkata: “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Maz 27:1). Biarlah yang sakit berkata: ”Oleh bilur-bilurNya aku telah sembuh” (1 Pet 2:24b). Biarlah yang rindu mendapat promosi dalam pekerjaan berkata: “Tuhan akan mengangkat aku kepala dan bukan ekor, aku akan tetap naik dan bukan turun” (Ul 28:13), dan sebagainya.

Ucapkanlah Firman Allah itu sesuai dengan kebutuhan saat ini. Kalau kita sungguh percaya, mulai perkatakan Firman itu, ucapkanlah dengan bersuara, baik siang dan malam,  bila perlu dengan suara yang  keras agar didengar oleh telingamu. Iman timbul dari  pendengaran, pendengaran akan Firman Tuhan.

2. Supaya kita dapat bertindak hati-hati, sehingga menjadi berhasil

Janganlah engkau lupa memperkatakan Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Yos 1: 8

Orang percaya akan selalu menjaga ucapannya, sebab dalam mulutnya ada kuasa. Ia tidak akan sembarangan mengeluarkan kata-kata, ia berhati-hati dengan ucapannya. Dalam menyikapi setiap keadaan yang tidak diinginkan, ia selalu memiliki kata-kata yang bermakna. Ia tidak terpengaruh dengan keadaan, tidak berjalan dengan apa yang ia lihat, tetapi ia mau berjalan dengan apa yang ia percayai sampai ia melihat imannya menjadi nyata.

Sebagai contoh kita dapat melihat kehidupan Ayub. Ayub dikatakan sebagai orang saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Tetapi kemudian Ayub harus mengalami penderitaan, hartanya milik habis terbakar, anak-anaknya meninggal, penyakit barah yang harus dideritanya, isterinyapun meninggalkannya. Kadang hal itu diijinkan Tuhan terjadi untuk menguji iman kita. Namun sebelum Tuhan memulihkan keadaannnya dan bahkan Tuhan memberkatinya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu, Ayub  terlebih dahulu mencabut  perkataannya.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku, dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” Ayb 42:5-6

Berhati-hatilah akan ucapan yang keluar dari mulut kita, apabila ada suatu ucapan yang tidak   sesuai dengan Firman Allah, yang telah diucapkan, maka kita harus segera mencabut perkataan tersebut, supaya tidak menimpa kita. Ambillah keputusan, ucapkan Firman Allah sesuai janjiNya, maka hal itu akan terjadi sebab  firman Allah yang kita ucapkan itu mengandung kuasa sehingga mujizat dari Allah terjadi dalam kehidupan kita.

Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” Wahyu 1:3

Posted in Renungan | Tagged: , | Leave a Comment »

Berjalan Dalam Rencana TUHAN

Posted by GBI Tampak Siring on August 25, 2009

walkPeter Wagner berkata “Saat kita mendapatkan sebuah nubuatan, buatlah jurnal. Melalui jurnal itu, kita dapat me-review kembali apa yang telah didapatkan sebelumnya. Dan bila memang nubuatan itu berasal dari Tuhan. Dia yang akan membawa nubuatan itu terjadi atas hidup kita. Dan bukan dengan kekuatan kita sendiri, mewujudkan nubuatan itu terjadi.”

Mendengar perkara ini, roh saya melonjak dan Tuhan membawa flash back perjalanan kehidupan saya sejak SMP hingga sekarang ini. Tuhan berkata “Anakku, ingatkah engkau saat engkau mendapatkan nubuatan untuk yang pertama kalinya. Saat itu, Aku berkata bahwa engkau akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Namun engkau menolak dengan keras. Dalam benakmu, engkau berfikir bahwa untuk menjadi menjangkau bangsa-bangsa, engkau harus sekolah Alkitab dulu, tergabung dalam suatu badan. Tapi coba engkau lihat sekarang, bukankah saat ini, engkau sedang melangkah ke arah sana. Ke arah penggenapan visi dan nubuatan yang telah Aku sampaikan berpuluh tahun lalu kepadaMu. Tidak ada satu pun rencanaKu yang akan gagal kecuali engkau yang menggagalkannya dengan menolak rancanganKu atasmu.”

Memang benar saudaraku, saat SMP dalam benak saya terekam bahwa saya harus menjadi pendeta, gembala, atau misionaris untuk bisa menjangkau bangsa-bangsa. Dan itu adalah sebuah profesi yang saya tolak, karena saya berfikir orang-orang yang seperti ini tidak bisa punya banyak, punya perusahaan dan harus hidup sebagai orang suci. Dan bagi saya, status pendeta adalah suatu standar yang sangat-sangat tinggi, sulit terjangkau dan ekslusif.

Tuhan tidak habis akal dengan saya. Memasuki SMA di sekolah yang sama, Tuhan menggiring saya untuk memasuki gereja lokal dimana persekutuan ini bernaung. Disinilah saya mengenal arti kata “misi”. Dalam hati saya terheran-heran sekaligus takjub, koq mau-maunya mereka keluar masuk hutan, makan seadanya bahkan mengeluarkan uang dari kocek sendiri untuk biaya perjalananan.  Dan saya tetap keukeuh (ngotot red) bahwa itu bagian mereka dan bukan bagian saya. Saking seringnya di sounding di gereja dan persekutuan, mau tidak mau perkara ini mulai mengubahkan pola berfikir dan hati saya. Tuhan mulai melembutkan hati saya dan menjejakkan alur-alur bajak misi di tanah hati saya.

Bukan hanya itu, Tuhan mengirimkan seorang pembimbing rohani yang luar biasa sabarnya bagaikan seorang malaikat untuk menuntun saya hidup dalam kebenaran. Walaupun badannya kecil, imut, dia punya otoritas ilahi di dalamnya. Melalui dirinya, saya banyak belajar nilai-nilai kristiani, belajar untuk melayani orang lain dengan kunjungan ke rumah sakit, belajar mendoakan orang lain, menyiapkan karpet/tikar, belajar menjadi usher, etc. Tuhan telah berinvest sangat besar dalam hidup saya melalui orang–orang ini.

Masa perkuliahan dan memasuki dunia kerja adalah masa transisi, di sana terjadi  banyak perubahan dalam hidup saya. Sempat saya terpuruk dalam jurang kekelaman, namun yang luar biasa Tuhan tidak tinggal diam. Dia mengutus orang yang sama  untuk menemani dan mendampingi saya. Sebuah keteladanan luar biasa dia tunjukkan, tanpa banyak bicara, tanpa firman Tuhan yang bertele-tele, dia hadir di samping saya dan mendengar semua unek-unek yang tumpah meruah. Hingga saya bisa keluar dari jurang tersebut! Salut!

Rupanya tugas orang ini telah selesai dan Tuhan telah menyediakan pembimbing yang baru bagi saya. Melalui diri orang ini, saya semakin diperlengkapi dengan lebih dasyat lagi. Suatu hari dalam sebuah ibadah, orang ini berkata “Tuhan memanggil kamu untuk menjadi pendoa syafaat.” Wakkk…..k……k….. (shock)……. Apa? Pendoa syafaat?! Tidak..! Jadi usher, jadi kolektan, OK lah. Jadi pendoa, Tidak!

Dengan lembut, lagi-lagi kelembutan mampu melelehkan hati saya.  Orang ini berkata, “Menjadi pendoa memang bukan pelayanan yang disorot manusia, tapi pelayanan ini adalah sama mulianya di mata TUHAN.  Bahkan lebih mulia, karena kamu menjadi perantara antara manusia dengan Allah. Dan Alalh hendak memakai kamu untuk menyatakan rahasia-rahasia terdalamNya. Mana yang akan kamu pilih, menyenangkan hati Alalh atau menyenangkan hati manusia ?”

Singkat kata, saya meminta waktu untuk mempertimbangkannya dan akhirnya saya meng ”iya” kan untuk memasuki pelayanan ini. Pendisiplinan, kemurnian hati, ketulusan hati, kekudusan, ketekunan, komitmen dan berani bayar harga adalah makanan utama untuk menjadi seorang pendoa. Bukan berarti pelayanan lain tidak ada standar kerohanian, tapi menjadi seorang pendoa adalah benar-benar sebuah panggilan khusus dari Tuhan. Bila hanya sekedar ikut-ikutan atau sekedar iseng, dalam tempo singkat akan berguguran. Saya pun sempat mau mengundurkan diri karena tidak kuat dengan tekanan yang ada, namun Tuhan senantiasa menguatkan saya kembali untuk tetap berjalan dalam panggilan ini.

Terobosan berikutnya, terjadi saat Pak Leonardo Sjamsuri kotbah di tempat kami  mengenai “Terobosan Dalam Kehidupan”. Saat itulah saya, mendapatkan pencerahan yang luar biasa, bahwa saya adalah gambaran pribadi Allah dan di dalam diri saya tersimpan potensi yang luar biasa. Saya hanya tinggal mengeluarkannya dan menggunakannya.  Dan semakin diteguhkan kembali saat saya mengikuti seminar Vertical Leap di mana saya mendapatkan kembali visi yang telah lama terkubur dan nubuatan-nubuatan dari Tuhan atas hidup saya.

Saat mendapatkan visi dan nubuatan itu, sebenarnya saya masih blank. Dalam benak saya, mana mungkin saya bisa mencapai hal itu. Begitu besar, begitu dasyat, begitu ajaib dan tidak mungkin bisa saya capai, bagaimana harus memulainya, bagaimana harus mencapainya. Namun bila merunut kembali kejadian demi kejadian yang saya alami sampai sekarang, saya dapati bahwa saya berada dalam tracknya Tuhan dan visi itu semakin jelas. Saya memang belum melihat hasil dari visi tersebut secara kasat mata, tapi saya percaya visi itu telah terjadi dalam hidup saya. Dan saya tinggal melangkahkan kaki saya untuk menggenapinya.

EMPAT HAL YANG SAYA PEGANG:
1. BERDOA
Bagi saya berdoa adalah suplemen penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, jiwa dan roh saya. Tanpa berdoa, saya akan seperti rumah yang tidak memiliki pintu dan dengan mudahnya si pencuri masuk dan mengambil barang berharga saya. Melalui doa terus menerus, membuat saya senantiasa berjaga-jaga dan berada dalam perlindungan Tuhan 24 jam.

Bagi saya, berdoa adalah kunci untuk meraih kemenangan dalam kehidupan ini. Melalui doa, Tuhan seringkali menyingkapkan perkara-perkara yang tersembunyi kepada saya, isi hati orang dan pengertian-pengertian akan firman Tuhan. Tanpa hal ini, saya akan dibuat stres dengan masalah yang ada dan masuk dalam jerat si iblis.

Berdoa bagi saya bukanlah suatu beban, karena melalui berdoa saya bisa bercakap-cakap dengan Bapa. Saya bisa tahu apa yang Dia inginkan dan yang tidak Dia inginkan. Terkadang memang Bapa suka mendiamkan saya, itu pun karena saya suka memaksakan keinginan hati saya  kepadaNya dan Dia tidak setuju.

2. HIDUP DI DALAM FIRMAN TUHAN

Pemazmur katakan “FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku” dan ini adalah benar. Firman Tuhan adalah seperti sebuah flash light/senter. Di setiap tangan kita, telah ada flash light itu. Namun keputusan kita sendirilah, yang menentukan apakah akan mempergunakan flash light itu atau tidak.

Senter memiliki fungsi untuk menerangi suatu obyek, entah itu manusia/hewan, benda dan memiliki daya jangkau. Bayangkan diri anda berada dalam suatu ruangan gelap dan di tangan anda ada sebuah senter. Bila senter ini anda main-mainkan di tangan dan secara serampangan anda tembakkan ke berbagai arah, anda tidak akan menemukan pintu keluarnya dan anda tidak dapat mengenali keadaan di dalam ruangan tersebut. Supaya bisa keluar dari ruangan tesebut, anda cukup mengarahkan senter itu ke arah kaki anda dan mengarahkan beberapa meter di depan anda. Sehingga anda bisa menentukan arah langkah anda dan mengenali hambatan-hambatan yang ada di depan anda. Anda berjalan menghampirinya, anda mengarahkan beberapa meter lagi di depannya, dst sampai akhirnya anda menemukan pintu keluarnya.

Sama seperti senter, firman Tuhan akan menuntun kita langkah demi langkah kepada Allah. Perjalanan ini memang tidak mengenakkan bagi sebagian besar orang, penuh hal-hal yang menakutkan, mengerikan, menggetarkan, mendebarkan, namun percayalah selama senter itu ada ditangan anda. Anda akan dibuatnya merasa aman bersamaNya. Saat anda sudah menemukan pintu keluar, anda akan menjadi orang yang sama sekali berbeda dari yang sebelumnya. Jadi, apapun yang terjadi jangan pernah melepaskan firman Tuhan dari hidupmu!

3. MENYIMPAN
Sebagian besar dari kita tentu suka menyimpan foto-foto masa lalu, surat-surat dari pacar/relasi anda atau barang-barang yang memiliki nilai historis. Nah, saya bukanlah orang-orang yang seperti itu, memang ada beberapa barang yang masih saya simpan sampai saat ini tapi itu hanya berupa foto masa kecil. Barang-barang yang sudah tidak berfungsi atau sudah jadul, tong sampahlah tempatnya.

Hal ini rupanya berpengaruh terhadap hubungan saya dengan Tuhan. Saya seringkali melupakan perbuatan ajaib yang telah Tuhan lakukan pada saya. Saya seringkali menganggapnya sepele dan cenderung mengacuhkannya. Akibatnya, saya sering kali mengalami jatuh bangun dalam perjalanan iman saya. Saya lupa, bahwa Tuhan pernah menolong saya. Saya lupa bahwa Tuhan sedang berperkara dengan saya.

Hingga suatu hari saya dibukakan mengenai kisah Abraham bahwa dia membuat mezbah sebagai tugu peringatan untuk mengingat kebaikan Tuhan. Dan sejak saat itu, perjalanan iman Abraham menjadi semakin naik, semakin besar dan tidak menjadi turun. Melalui perkara ini, saya belajar dan menerapkan hal yang sama. Saya membangun tugu peringatan kebaikan Tuhan dengan mencatat segala sesuatu yang telah Tuhan perbuat dan nyatakan melalui hidup saya. Saat saya mengalami pergumulan dan tantangan, Roh Kudus menuntun saya untuk melihat tugu-tugu ini dan kembali menguatkan saya, sehingga saya bisa berkata, “Bila dulu Tuhan pernah menolong daya, maka dalam perkara ini pun Tuhan pasti menolong saya dan membuat saya lebih dari pemenang.”

4. SENANTIASA MENGUCAP SYUKUR
Pengkhotbah 3:1, “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Bila kita membaca di ayat-ayat berikutnya, dikata bahwa ada waktu untuk lahir dan meninggal, ada waktu untuk menanam dan mencabut (menuai), etc.

Selama kita tinggal di dunia, kita tidak dapat menolak hukum alam ini, dan ini dialami oleh semua umat manusia tidak terkecuali. Baik orang jahat maupun orang baik. Yang membedakan adalah bagaimana cara kita menyikapinya. Bila kita menyikapinya dengan bersungut-sungut, itu artinya kita sedang melawan ketetapan Tuhan. Namun bila kita menghadapinya dengan ucapan syukur, itu artinya kita menyadari posisi kita yang sebenarnya di bumi ini dan mengakui kemahakuasaan Tuhan.

UCAPAN SYUKUR:
– Membuat kita mampu menanggung beban yang melebihi kapasitas diri kita
– Membuat kita mampu melihat ada sesuatu yang telah Tuhan sediakan di balik ini semua
– Membuat kita sadar bahwa sebagai manusia kita memiliki keterbatasan
– Membuat kita naik level dari sebelumnya

Sekarang bila anda bertanya, “Apakah saya sudah menemukan panggilan hidup saya ?” dengan yakin saya katakan “YA” dan sekarang saya sedang berlari menuju penggenapannya.

Bagaimanakah dengan anda ? Apakah anda benar-benar yakin sudah berjalan dalam rencana Tuhan atau jangan-jangan sedang sibuk berputar-putar di padang gurun ?

Bila saat ini, saudara masih bingung bagaimana berjalan dalam rencana Tuhan. Datanglah padaNya dan serahkan diri anda kepadaNya. Temukan rancangan-rancangan indah atas dirimu melalui 4 hal di atas. Seiring dengan berjalannya waktu, akan anda dapati bahwa anda sedang berjalan bersamaNya. Tidak perlu ngoyo untuk mengejar penggenapan nubuatan atau visi anda.

Sama seperti Peter Wagner katakan di atas, kita tidak perlu berusaha dengan kekuatan sendiri untuk mencapai nubuatan itu (karena kita akan dibuatnya menjadi lelah). Tapi nubuatan itu akan datang pada kita dan Tuhan memberikan hasratNya pada kita, untuk kita mewujudkannya. *

oleh : Liesye Herlyna

myjourney-hliesye.blogspot.com

Posted in Renungan | Tagged: | Leave a Comment »

Ujian dan Pencobaan

Posted by GBI Tampak Siring on August 24, 2009

pray“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” Yakobus 1: 13-15

Ada perbedaan yang sangat jelas antara ujian dan pencobaan. Hari ini kita mau belajar bersama-sama akan kedua hal ini, ujian dan pencobaan. Perbedaan yang paling penting dari kedua hal ini adalah sumbernya; Ujian datangnya dari Tuhan, namun pencobaan datangnya dari iblis.

Pencobaan yang datangnya dari iblis ini mempunyai maksud supaya kita akhirnya melakukan kesalahan dan masuk ke dalam dosa.

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Tujuan si iblis adalah untuk membinasakan kita! Ia ingin agar kita berdosa dan binasa.

Sekarang setelah kita tau apa pencobaan dari si iblis, marilah kita melihat apa tujuan ujian yang dari Tuhan itu.

Ujian dari Tuhan adalah untuk menguji iman kita. Melalui ujian maka iman kita bertumbuh menjadi iman yang dapat memindahkan gunung.

“Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17: 20)

Orang Kristen banyak yang percaya bahwa kita tidak perlu mempunyai iman yang besar karena ayat di atas. Janganlah kita salah, memang biji sesawi kecil, namun bukan berarti dengan iman kita yang tetap kecil kita mampu memindahkan gunung. Kita perlu memiliki iman yang bertumbuh, seperti biji sesawi yang kecil, yang bertumbuh menjadi pohon.

“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”” (Matius 13: 31-32).

Dan dengan ujian-ujian dari Tuhan lah maka iman kita akan bertumbuh!

Di dalam hidup ini, kita akan menghadapi banyak ujian dan pencobaan. Pencobaan bukan dosa. Namun jika kita jatuh ke dalamnya, maka kita akan masuk ke dalam dosa. Ujian dan pencobaan akan membuat kita bertumbuh semakin dewasa.

Jika kita jatuh ke dalam dosa, marilah kita bertobat, maka Tuhan akan mengampuni. Jangan kita biarkan penyesalan dan penuduhan terus di dalam hidup kita, sebab itu datangnya bukan dari Tuhan.

Ketahuilah bahwa tanpa ujian kita tidak akan bertumbuh; dan tanpa goncangan kita tidak akan menjadi dewasa.

oleh Rev. Sandra Nair

Posted in Renungan | Leave a Comment »

Mengenal VERICHIP

Posted by GBI Tampak Siring on July 23, 2009

VERICHIPVerichip sebenarnya adalah badan administrasi makanan dan obat-obatan yang pertama kali menyetujui penanaman microchip radio frekuensi pengidentifikasi. Mikrochip ini dipasarkan oleh VeriChip Corporation, mikrochip adalah perluasan dari Applied Digital Solutions. Verichip menerima persetujuan dari United States FDA pada tahun 2004. Ukuran mkrochip ini dua kali panjang butir beras. Alat ini ditanamkan di atas trisep. Apabila chip ini diamati dengan frekuensi yang sesuai (memakai verichip reader), maka verichip ini akan merespon dengan 16 nomor digit yang unik yang kemudian bisa dihubungkan dengan informasi tentang pengguna berdasarkan database untuk pemeriksaan identitas seperti data kesehatan dan kegunaan lainnya. Prodesur untuk menanamkannya dlakukan dengan menggunakan obat bius lokal di rumah sakit, dan saat chip sudah masuk, chip tidak akan terlihat oleh mata telanjang. namun, karena chip tersebut bisa digunakan untuk identifikasi data oleh pihak ketiga akhirnya memunculkan banyak kontroversi dan debat. Destron Fearing, pelengkap Applied Digital Solutions, pada awalnya mengembangkan teknologi untuk verichip. Pada permulaan tahun 2007, Verichip Corporation membuat Xmark, identitas perusahaan untuk sebuah produk kesehatan. Xmark memasukkan the hugs dan the halo system of infant protection; the Roam Alert system of wandering protection; the MyCall emergency response system; and the Assetrac asset tracking system.

Kontroversi


Privacy


Bidang Advokasi telah memprotes verichip, bahaya akan potensi kejahatan dan melaporkan chip ini sebagai “spychips,” dan itu digunakan oleh pemerintah bisa mengakibatkan hilangnya kebebasan rakyat dan akan membuatnya lebih mudah disalahgunakan. Diantara Negara komunis dan diktator hal itu terlihat sangat nyata namun tindakan seperti itu dibenarkan di United States, terbukti ketika program CIA COINTELPRO terungkap telah memata-matai aktivitas dari politikus elit dan kaum-kaum penentang. Ada juga kemungkinan bahwa informasi yang terdapat di dalam chip tersebut tidak hanya akan dimiliki oleh pemerintah, tapi akan dimiliki juga oleh pebisnis kaya, hal itu akan memberikan si pebisnis informasi yang banyak mengenai orang yang dipekerjakannya. Ditambah lagi, advokasi untum masalah privasi juga mengutarakan bahwa informasi yang terdapat di dalam chip bisa dicuri dengan mudah, jadi menyimpan data pribadi jenis apapun di dalamnya akan berisiko kecurian identitas. Sehubungan chip tersebut hanya memiliki 16 digit pengenal elektronik, nomor unik tersebut digunakan hanya untuk tujuan mengakses data kesehatan prbadi dalam password, database terlindung. Namun perusahaan yang membuat verichip mengklaim bahwa chip tersebut tidak akan memuat informasi apapun di atas 16 nomor digit.

Keamanan


Siapapun yang menguasai alat pembaca verichip bisa membaca data yang ada dalam diri seseorang dan verichip tidak mempunyai fungsi untuk membatasi orang-orang yang bisa melihat data tersebut. Microchip tersebut bisa dibaca dengan mendekatkan verichip reder ke lokasi chip tersebut ditanam. Database yang terhubung dengan alat ini hanya memuat informasi kesehatan, tidak ada informasi financial atau social security number, informasi itu sendiri nantinya akan dikontrol dan diarahkan oleh pemilik chip.

Resiko kesehatan


Berdasarkan wired news online dan assosiasi pers, ditemukan beberapa artikel penelitian dalam sepuluh tahun terakhir yang menemukan koneksi antara chip dan kemungkinan kangker melaui uji coba chip ini kepada hewan.

Masalah Keagamaan


Wahyu: beberapa kaum Kristen menolak alat tersebut karena di dalam bible. Ingat, penanaman chips ditangan maupun dahi Anda adalah merupakan kekejian bagi Tuhan, penanaman Chips ditangan maupun dahi Anda adalah merupakan suatu bentuk dari penyembahan kepada AntiKris. Dalam Revelation 14:9-11 disebutkan “Then another angel, a third one, followed them, saying with a loud voice, “If anyone worships the beast and his image, and receives a mark on his forehead or on his hand, he also will drink of the wine of the wrath of God, which is mixed in full strength in the cup of His anger; and he will be tormented with fire and brimstone in the presence of the holy angels and in the presence of the Lamb”.

ekonomi Dunia


Verichip yang ditanamkan didalam tubuh manusia akan membawa suatu trend terbaru yakni GLOBAL CASHLESS SOCIETY. Institusi keuangan dunia akan segera mengumumkan Global Cashless Society setelah penyebaran Chips ini merata. Sistem keuangan yang diterima didunia sekarang ini akan segera terganti oleh teknologi microchips dan mata uang elektronik.

Referensi


Posted in Technology | Tagged: | Leave a Comment »

Protected: Contact Number Imam Musik

Posted by GBI Tampak Siring on July 22, 2009

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Posted in Data Imam Musik | Tagged: | Enter your password to view comments.

Kedatangan Tuhan Yesus (Second Coming)

Posted by GBI Tampak Siring on July 21, 2009

Yesus berjanji kepada pengikutNya bahwa Ia akan datang kembali. Ada dalam Alkitab,“ Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” (Yohanes 14:1-3)

Malaikat-malaikat berjanji bahwa Yesus akan datang kembali. Ada dalam Alkitab,“ Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Rasul 1:10-11)

Bagaimanakah cara Yesus datang kembali? Ada dalam Alkitab,“ Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. (Lukas 21:27)

Berapa banyak orangkah yang akan melihat kedatangan Yesus? Ada dalam Alkitab,“ Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” (Wahyu 1:7)

Apakah yang akan kita lihat dan dengar ketika Ia datang? Ada dalam Alkitab,“ Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (1 Tesalonika 4:16-17)

Seberapa dapat dilihatkah kedatanganNya? Ada dalam Alkitab,“ Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:27, 27)

Peringatan apakah yang diberikan oleh Kristus sehingga kita tidak akan terperdaya mengenai kedatanganNya yang kedua? Ada dalam Alkitab,“ Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya” (Matius 24:23-26)

Apakah ada orang yang mengetahui waktu yang tepat akan kedatangan Yesus? Ada dalam Alkitab,“ Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

Mengetahui bahwa manusia masih suka menunda, apakah yang dikatakan oleh Kristus? Ada dalam Alkitab,“ Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Matius 24:42)

Peringatan apakah yang diberikan oleh Kristus sehingga kita tidak merasa terkejut saat kejadian besar ini? Ada dalam Alkitab,“ “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Lukas 21:34-36)

Mengapa kedatangan Yesus yang kedua kali mengambil waktu begitu lama? Ada dalam Alkitab,“ , Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (II Petrus 3:8-9)

Di saat menunggu kedatangan Yesus, bagaimanakah kita harus hidup? Ada dalam Alkitab,“ Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. (Titus 2:11-14)

Bagaimanakah dunia ini nanti jadinya ketika Yesus datang? Ada dalam Alkitab,“ “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (Matius 24 : 37-39)

Akankah kedatangan Yesus menjadi waktu untuk pemberian upah? Ada dalam Alkitab,“ Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.” (Matius 16:27)

Mengapakah Yesus datang kembali? Ada dalam Alkitab,“ demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. (Ibrani 9:28)

Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali, kita akan sepenuhnya mengalami realitas dari kebangkitan. Ada dalam Alkitab,“ Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. “ (1 Korintus 1:7-8,)

Posted in Renungan | Tagged: , , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.